angket peb

Nama Bidan
Tanggal & Waktu
DAFTAR TILIK ASUHAN PERSALINAN DAN ASFIKSIA
Berikan tanda (√) bila sesuai, dan (X) bila tidak sesuai
No PROSEDUR 1 2 3
Penerimaan pasien dan persetujuan tindakan medis
1 Menyapa pasien, keluarga dan memperkenalkan diri
2 Memberikan informed consent
3 Mencuci tangan sebelum tindakan
Tindakan Pertolongan Preeklampsia dan Pendokumentasiannya
4 Lakukan anamnesis singkat dan terarah tentang kondisi ibu saat ini dan kondisi lain yang dapat mempengaruhi:
– Usia ibu
– Usia kehamilan
– Keluhan (sakit kepala, mual, dll)
– Sejak kapan tekanan darah tinggi dialami pada kehamilan ini
– Adakah keluhan sakit kepala, pandangan kabur, mual, nyeri ulu hati
– Adakah kejang
– Obat yang sudah didapat
– Riwayat tekanan darah tinggi sebelum kehamilan ini
5 Lakukan pemeriksaan tanda vital dan pemeriksaan fisik secara SIMULTAN:
– Pemeriksaan keadaan umum dan kesadaran – Pemeriksaaan tekanan darah menggunakan manset yang sesuai dalam posisi setengah duduk ulang pemeriksaan selang waktu 4 jam
– Hitung frekuensi napas
– Hitung frekuensi nadi
– Pemeriksaan refleks patella
– Lakukan pemeriksaan dipstick protein urin
6 Buat diagnosis kerja dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. Bila diagnosis preeklampsia berat ditegakkan, pastikan syarat pemberian MgS04 terpenuhi. Syarat pemberian MgSO4:
– Frekwensi pernafasan ( 16 kali per menit
– Produksi urine minimal 0,5ml/kgBB/jam
– Refleks patela +/+
– Tersedia Ca Glukonas 10% (antidotum MgSO4)
7 Pemberian antihipertensi
– Ibu dengan hipertensi berat perlu mendapat terapi anti hipertensi (tekanan darah ( 160/110mmHg)
– Obat antihipertensi nifedipin 10 mg per oral dapat diulang setiap 15-30 menit, maksimal 30mg
8 Memberikan dosis awal Magnesium Sulfat
– Beritahu bahwa ibu perlu mendapatkan obat suntikan yang berguna untuk mencegah terjadinya kejang
– Beritahu bahwa pada saat penyuntikan ibu akan merasa panas pada saat MgSO4 diberikan
– Lakukan pemasangan infus dengan menggunakna kateter vena no.18 dan caira Ringer Asetat/Ringer Laktat Lakukan pemasangan ketetr urine menetap untuk memantau produksi urine (setelah pemberian MgSO4)
– Berikan 4 gram MgSO4 (10ml larutan MgSO4 40% dilarutkan dengan 10ml akuades) IV secara perlahan-lahan selama 15-20menit
– Jika akses IV sulit, berikan larutan 5mg MgSO4 (12,5ml MgSO4 40%) IM di bokong kanan dan bokong kiri
– Lanjutkan dengan dosis pemeliharaan 6gr MgSO4 (15ml larutan MgSO4 40%) dalam larutan Ringer Asetat/ringer laktat secara tetesan IV dengan kecepatan 28 tts/menit
– Alat suntik sekali pakai dibuang dalam tempat sampah yang khusus/tahan tusukan
– Lakukan rujukan
– Dokumentasikan dengan baik
9 Jika terjadi kejang setelah pemberian dosis awal dan dosis rumatan MgSO4 40%, berikan MgSO4 40% tambahan sebanyak 2 gr IV (5 ml MgSO4 40% dilarutkan dalam 5ml akuades) bolus selama 15-20 menit
Penilaian kebutuhan persalinan segera (untuk Rumah Sakit)
10 Konsultasi dokter spesialis obgyn untuk penentuan persalinan
– Preeklampsia → tindakan persalinan dalam 24 jam bila usia kehamilan ≥ 34 minggu atau tekanan darah tidak terkontrol
– Eklampsia → tindakan persalinan dalam 12 jam
11 Penilaian kesiapan persalinan:
– Usia kehamilan ≥ 34 minggu → siap dilahirkan
– Usia Kehamilan <34 minggu → pertimbangkan pematangan paru dengan deksametason jika memungkinkan tunda 24–48 jam (jika kondisi stabil)
12 Pemberian dexamethasone:
– Usia kehamilan 24–34 minggu
– Dosis: 6 mg IM setiap 12 jam selama 4 dosis atau 12 mg setiap 24 jam selama 2 dosis
Persiapan dan Proses Rujukan (Jika Fasilitas tidak memadai)
13 Siapkan surat rujukan
14 Siapkan transportasi
15 Siapkan 2 gr MgSO4 di dalam spuit steril (5 ml MgSO4 40% dilarutkan dalam 5ml akuades) dalam keadaan siap disuntikkan
16 Siapkan obat-obatan emergensi: Kalsium Glukonas 10ml, Nifedipin tablet 10mg, diazepam injeksi 10mg, dan obat-obatan life saving (adrenalin, sulfas atropin, deksametason inj)
17 Siapkan obat-obatan emergensi: Kalsium Glukonas 10ml, Nifedipin tablet 10mg, diazepam injeksi 10mg, dan obat-obatan life saving (adrenalin, sulfas atropin, deksametason inj)
18 Menghubungi fasyankes rujukan melalui sistem komunikasi yang berjalan
19 Petugas kesehatan mendampingi pasien saat rujukan
20 Melakukan observasi tanda vital, produksi urin, selama proses rujukan berlangsung
Pengawasan dan Penatalaksanaan Terhadap Keracunan MgSO4
21 Tanda-tanda keracunan MgSO4:
– Frekwensi nafas <16 kali per menit
– Refleks patela menghilang/negatif
22 Lakukan pengukuran volume urin setiap 3-4 jam – volume urine minimal adalah 0,5ml/kgBB/jam
23 Hentikan pemberian MgSO4 jika produksi urin <0,5ml/kgBB/jam
24 Hentikan pemberian MgSO4 dan berikan antidotum kalsium glukonas 1gr (10ml larutan 10%) melalui suntikan IV perlahan jika dijumpai tanda-tanda keracunan MgSO4 sampai hilang tanda-tanda keracunan MgSO4
25 Dokumentasikan dengan baik pada catatan rekam medis
Tindakan Pertolongan Eklampsia (secara simultan) dan Pendokumentasiannya
26 Teriak minta tolong
27 Orang pertama (dokter jaga/bidan senior) segera mengambil alih pasien dari petugas/bidan penanggungjawab pasien dan melakukan upaya stabilisasi awal bersama orang kedua
28 Orang kedua segera mendekatkan troli emergensi ke lokasi terjadinya emergensi
29 Lindungi ibu dari jatuh dan cedera (memasang pagar samping tempat tidur, menjaga agar ibu tidak melukai dirinya)
30 Baringkan ibu pada sisi kiri untuk mengurangi risiko aspirasi ludah, muntahan, dan darah.
31 Pastikan bahwa jalan napas ibu terbuka/bebas — bila ibu tidak berna,as, segera lakukan tindakan resusitasi. Bila perlu pasangkan pipa orofaring.
32 Isap lendir mulut dan tenggorokan, sesuai kebutuhan, setelah kejang
33 Berikan oksigen 4-61/menit melalui kanula
34 Petugas/bidan penanggung jawab pasien menyampaikan secara singkat dan lengkap kepada orang pertama tentang kondisi ibu saat ini dan kondisi lain yang dapat mempengaruhi:
– Usia ibu,
– Kehamilan keberapa
– Usia kehamilan
– Sejak kapan tekanan darah tinggi dialami pada kehamilan ini
– Sudah berapa kali kejang
– Gejala apa yang menyertai kejang: demam tinggi, kehilangan kesadaran dan lain-lain
– Apakah sebelum hamil pernah mengalami kejang
– Adakah keluhan sakit kepala, pandangan kabur, mual, nyeri ulu hati sebelumnya, sejak kapan
– Obat yang sudah didapatkan
– Riwayat tekanan darah tinggi sebelum kehamilan ini?
35 (Orang kedua) secara simultan lakukan pemeriksaan tanda vital dan pemeriksaan fisik serta menyampaikan hasil pemeriksaan kepada tim dan orang pertama dengan jelas meliputi:
– Pemeriksaan keadaan umum dan kesadaran
– Hitung frekwensi nafas
– Hitung frekwensi nadi
– Pemeriksaan tekanan darah menggunakna manset yang sesuai, diulang pemeriksaan selang waktu 4 jam
36 (Orang kedua dibantu orang ketiga) melakukan pencatatan hasil pemeriksaan awal terarah (quick check) dnegan baik dan lengkap
37 Pasang infus IV dengan menggunakan Ringer Laktat
38 Lakukan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium
39 Memasang kateter urine menetap dan mencatat produksi urin serta lakukan pemeriksaan protein urin menggunakan pemeriksaan celup (dipstix)
40 Sebelum memberikan MgSO4, pastikan bahwa syarat-syarat pemberian MgSO4 terpenuhi:
– Frekwensi nafas ( 16 kali per menit)
– Refleks patela +/+
– Produksi urin minimal 0,5ml/kgBB/jam
– Tersedia kalsium glukonas 10% (terutama jika akan melanjutkan dengan dosis pemeliharaan)
41 Pemberian Magnesium Sulfat untuk mengatasi kejang dan Anti hipertensi
42 Sebelum melakukan rujukan lakukan stabilisasi dengan memberikan 4gr MgSO4 (10ml larutan MgSO4 40% dilarutkan dengan 10 ml akuades) IV secara perlahan-lahan selama 15-20menit
43 Jika akses intravena sulit, berikan secara IM masing-masing 5gr MgSO4 (12,5ml larutan MgSO4 40% ditambahkan dengan 1ml Lidocain 2%) di bokong kanan dan kiri
44 Lanjutkan dengan dosis pemeliharaan 6gr MgSO4 (15ml MgSO4 40%) dalam larutan Ringer Asetat/Ringer Laktat secara IV drip dengan kecepatan 28 tts/menit
45 Jika terjadi kejang setelah pemberian dosis awal dan dosis rumatan MgSO4, berikan MgSO4 tambahan sebanyak 2 gr IV (5ml MgSO4 40% dilarutkan dalam 5 ml akuades) selama 15-20 menit
46 Bila setelah pemberian MgSO4 ulangan masih terdapat kejang, pertimbangkan pemberian Diazepam 10mg IV selama 2 menit
47 Alat suntik sekali pakai buang ke tempat sampah yang tahan tusukan
48 Pemantauan selama pemberian MgSO4:
– Lakukan pemeriksaan fisik tiap jam, meliputi tekanan darah, nadi, frekwensi nafas, dan refleks patela
– Lakukan pengukuran jumlah urine setiap 4 jam
– Dokumentasikan dengan baik
49 Pemberian antihipertensi
– Ibu dengan hipertensi berat perlu mendapat terapi anti hipertensi (tekanan darah ( 160/110 mmHg)
– Obat antihipertensi Nifedipin 10mg per oral dapat diulang setiap 15-30 menit, maksimal 30mg
– Jika dalam 6 jam pemantauan tidak tercapai penurunan tekanan darah (target penurunan MAP 20%) maka berikan anti hipertensi kombinasi sesuai dengan ketersediaan obat (metyldopa 250-500mg, bisoprolol 2,5-5mg, atau anti hipertensi parenteral) setelah berkolaborasi dengan dokter
50 Dalam persiapan rujukan (bila fasilitas tidak memadai atau persiapan tindakan di RS) lakukan pemantauan dan pencatatan tentang:
– Keadaan umum dan kesadaran tiap 30 menit
– Tekanan darah tiap 30 menit
– Frekwensi nadi tiap 30 menit
– Frekwensi nafas tiap 30 menit
– Refleks patela tiap 1 jam
– Produksi urin tiap 3-4 jam (jika belum dilahirkan) kontraksi uterus dan denyut jantung janin tiap 30 menit
Penilaian kebutuhan persalinan segera (untuk Rumah Sakit)
51 Konsultasi dokter spesialis obgyn untuk penentuan persalinan
– Eklampsia → tindakan persalinan dalam 12 jam
52 Penilaian kesiapan persalinan:
– Usia kehamilan ≥ 34 minggu → siap dilahirkan
– Usia Kehamilan <34 minggu → pertimbangkan pematangan paru dengan deksametason jika memungkinkan tunda 24–48 jam (jika kondisi stabil)
53 Pemberian dexamethasone:
– Usia kehamilan 24–34 minggu
– Dosis: 6 mg IM setiap 12 jam selama 4 dosis atau 12 mg setiap 24 jam selama 2 dosis
54 Melakukan pendokumentasian dengan baik dan lengkap
55 Mencuci tangan menggunakan alkohol hand rub atau sabun dan air mengalir lalu keringkan dengan handuk sekali pakai setiap setelah bersentuhan dengan pasien
Persiapan dan Proses Rujukan
56 Surat rujukan dan dokumentasi stabilisasi pra rujukan
57 Siapkan transportasi
58 Siapkan 2 gr MgSO4 di dalam spuit steril (5 ml MgSO4 40% dilarutkan dalam 5ml akuades) dalam keadaan siap disuntikkan
59 Siapkan obat-obatan emergensi: Kalsium Glukonas 10ml, Nifedipin tablet 10mg, diazepam injeksi 10mg, dan obat-obatan life saving (adrenalin, sulfas atropin, deksametason inj)
60 Menghubungi fasyankes rujukan melalui sistem komunikasi yang berjalan
61 Petugas kesehatan mendampingi pasien saat rujukan
62 Melakukan pemantauan dan pendokumentasian KU/TTV selama proses rujukan
Dokumentasi
63 Lengkapi partograf (halaman depan dan belakang), periksa tanda vital dan asuhan Kala IV Persalinan.
64 Lengkapi laporan tindakan jika ada
65 Lengkapi pemantauan sesuai dengan kondisi yang ada
Total Nilai: 0
Catatan



Dokumentasi Foto